Home > Health, Info > Bagaimana cara perawatan sleepwalking

Bagaimana cara perawatan sleepwalking


Biasanya tidak diperlukan pengobatan untuk sleepwalking. Jika Anda melihat anak Anda atau orang lain tidur sambil berjalan di rumah, tuntun dia kembali ke tempat tidur dengan lembut.

Sebenarnya tidak berbahaya jika dibangunkan, tapi dapat mengganggu. Ia mungkin bingung ketika terbangun mendapati dirinya tidak di tempat tidur. Pengobatan untuk orang dewasa dapat menggunakan hipnosis. Meskipun jarang, sleepwalking dapat diakibatkan obat, sehingga penanganan dengan pengobatan mungkin diperlukan.

Jika sleepwalking mengarah pada kantuk berlebihan di siang hari atau menimbulkan risiko cedera serius, dokter dapat merekomendasikan pengobatan. Penggunaan benzodiazepin atau antidepresan tertentu dalam jangka pendek dapat menghentikan episode sleepwalking. Jika sleepwalking dikaitkan dengan kondisi kesehatan medis atau mental, perawatan ditujukan pada masalah yang

Dalam riset terbaru, para ahli telah menemukan satu hal penting di balik fenomena sleepwalking. Hasil penelitian terhadap empat generasi menunjukkan bahwa fenomena ini bisa jadi karena dipengaruhi oleh faktor keturunan.

Tim peneliti dari Washington University memantau empat generasi keluarga yang mana 9 dari 22 anggota mereka mengidapsleepwalking. Setelah melakukan analisa DNA menggunakan sampel air liur, peneliti menemukan bahwa seluruh pengidap sleepwalking memiliki kecacatan pada kromosom 20, yang bisa diturunkan pada generasi berikutnya.

Menurut peneliti, dengan hanya memiliki satu salinan dari DNA yang tidak sempurna tersebut, seseorang dipastikan mengalami gangguan sleepwalking. Orang tua yang membawa gen ini, memiliki peluang 50-50 untuk menurunkannya pada anak mereka.

“Ada kemungkinan beberap jenis gen juga terlibat. Apa yang kami temukan adalah lokasi genetik pertama sleepwalking. Kami belum mengetahui gen-gen mana saja yang berkaitan dengan kromosom 20 yang bertanggung jawab.

Hingga kami menemukan gen, kita takkan tahu apakah ini berlaku untuk beberapa keluarga saja atau keluaraga besar pengidap sleepwalking. Dengan menemukan gen-gen ini, tentunya membantu menemukan cara pengobatan gangguan ini,” ungkap Dr Christina Gurnett, pemimpin riset dari Washington University.

Sleepwalking diperkirakan dialami satu di antara 10 anak, dari satu di antara 50 orang dewasa. Jika seseorang mengalami kondisi ini pada malam hari, bagian primitif dari otaknya yakni batang otak menjadi aktif, sedangkan bagian otak yang mengendalikan kesadaran justru tidak aktif.

Alhasil, dalam kondisi tertidur mereka bisa duduk, berjalan-jalan dan bahkan menyelesaikan pekerjaan yang cukup rumit. Dalam kondisi tertidur, mereka dapat melakukan hal-hal yang sifatnya biasa, tetapi tak jarang pula ada yang menjadi ‘liar’ sehingga mencederai orang lain atau bahkan tertabrak di jalan raya.

Categories: Health, Info
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: