Home > Food, Info > Eungkot Asam Keu eung From Aceh

Eungkot Asam Keu eung From Aceh


Rumah makan di pinggiran Banda Aceh ini membanggakan tradisi kuliner Aceh Rayeuk (Aceh Raya) yang memang merupakan gagrak kuliner tersendiri. Salah satu ikon kuliner kebanggaan mereka adalah eungkot keu-eung (ikan masak asam). Ikannya kebanyakan adalah ikan laut seperti kakap, rambeu (bawal), sisek (cakalang), kapok, manyung, dan lain-lain. Tetapi, bisa juga dari ikan air tawar seperti gabus, ikan mas, dan lain-lain.
Masam berarti asam, sedangkan keu-eung berarti pedas. Artinya, masakan masam keu-eung adalah masakan yang menghasilkan citarasa asam pedas – dua ciri utama dalam masakan Melayu. Di Aceh, rasa asam diperoleh dari berbagai sumber: asam sunti (dari blimbing wuluh yang dikeringkan), asam potong (asam glugur), asam jawa, jeruk nipis, dan jeruk purut. Perpaduan berbagai sumber rasa asam ini membuat masakannya lebih aromatik dan memukau. Top markotop!

Eungkot (ikan) yang dimasak masam-keu-eung ini penampilannya mirip pindang Palembang. Warnanya sedikit kekuningan karena penggunaan kunyit dalam bumbunya, dan warna cabe menyumbangkan semburat kemerahan.

Penyajian di RM Masam Keu-eung ini sebenarnya mirip tradisi di rumah makan Padang. Semua masakan sudah siap saji, tinggal dipilih mana yang diingini. Harganya bergantung pada jenis ikan dan ukurannya. Eungkot masam-keueung dari rambeu dihargai Rp10-20 ribu, dari udang (6 ekor ukuran sedang) seharga Rp 15 ribu. Sedangkan potongan bandeng atau sisek cukup Rp 5 ribu per potong. Ada juga udang besar goreng seharga Rp 15 ribu per ekor.

Sajian yang tidak boleh dilewatkan di sini adalah asam udeung – yaitu udang rebus yang dirajang kecil dan dibumbui asam pedas. Di salah satu rumah makan Aceh di Jakarta, asam udeung ini populer dengan sebutan sambal ganja. Sama sekali bukan karena mengandung ganja, melainkan karena sambal ini membuat ketagihan.

Asam udeung ini, selain sebagai kondimen untuk menyantap nasi hangat, juga cocok untuk dipakai sebagai cocolan sie reuboh(daging rebus). Pilihannya adalah daging kambing atau daging sapi, direbus dengan cuka, dikeringkan, lalu digoreng garing. Mirip dendeng, tetapi dalamnya masih lembab, dengan citarasa asam cuka yang sangat menggoda. Dicocol dengan asam udeung membuat citarasa asam dari sie reuboh ini semakin mencuat.

Bila Anda kurang suka ikan, pilihannya adalah manoek gampong goreng alias ayam kampung goreng. Harum dan gurih. Pendampingnya adalah kulat tumeh (tumis jamur) khas Aceh Rayeuk.

Jangan lewatkan satu masakan tradisional yang sudah mulai jarang dijumpai, namanya: deudah boh itek. Boh sebenarnya berarti buah. Tetapi, boh itek adalah telur bebek. Telur bebek dikocok, dicampur parutan kelapa dan bumbu-bumbu – jeruk purut, cabe rawit, cabe merah, kunyit – kemudian dibakar dalam daun pisang. Sangat unik dan lezat.

Categories: Food, Info
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: